Pesantren di Cineam Terpapar

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Santri Pesantren Al Kautsar di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami penambahan.

Per Kamis (04/02/2021) kemarin, 180 santri dan staf di pesantren itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan 60 santri yang positif masih menjalani isolasi di lingkungan pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, Ustad Rifqi Fauzi mengatakan, santri yang menjalani isolasi di pesantren telah ditempatkan di satu gedung khusus.

“Seluruh santri yang menjalani isolasi di pesantren disebut bertatus tanpa gejala.”

“Hanya ada dua orang mengalami sesak. Itu juga sudah dirujuk ke rumah sakit,” katanya, Jumat (05/02/2021).

Rifqi menjelaskan, kasus Covid-19 diketahui di pesantrennya pada awal Januari 2021.

Saat itu terdapat tiga orang santri yang mengalami gejala hilangnya indra penciuman mereka. Lalu melakukan tes swab dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Ia mengaku tak mengetahui secara pasti sumber awal terkonfirmasinya tiga santri itu.

Para santri itu telah dipisahkan antara yang positif dan negatif.

Pihaknya juga tidak membiarkan santri pulang ke rumahnya ketika libur dan orang tua tidak boleh menjenguk.

“Mungkin karena lingkungan di sini kasus juga sedang tinggi dan terkena imbasnya,” kata dia.

Setelah ada santri yang diketahui positif, pihak pesantren kemudian memberi tahu kondisi itu kepada orang tua.

Terdapat sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi orang tua santri yang hendak menjemput anaknya. Sebab, kondisi mereka belum bisa dipastikan positif atau negatif.

“Kita buat kebijakan, santri yang akan dibawa pulang itu harus dites swab secara mandiri hari itu juga.”

“Kalau positif, mereka juga harus lapor ke satgas di wilayah setempat,” kata Rifqi.

Setelah itu keluarga santri juga harus menandatangi surat perjanjian apa saja yang harus dilakukan.

“Karena kami kan tak mau menyebarkan virus ini ke yang lain,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini masih ada lebih dari 100 santri yang tinggal di pesantren.

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka para santri di pesantren itu dihentikan sementara. Seluruh pembelajaran dilakukan secara daring.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan kondisi santri di pesantren.

Seluruh penghuni di lingkungan pesantren itu telah menjalani tes swab. Kini, tinggal pemantauan kepada santri yang masih menjalani isolasi.

“Masih ada sebagian yang isolasi. Sementara yang negatif sudah dipulangkan sebagian,” katanya.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya juga telah melakukan pengecekan kondisi santri terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi di lingkungan pesantren.

“Dari pemantauan, kalau mau dibilang ideal memang belum. Namun sudah cukup tertib kalau dinilai dari kondisi yang ada.”

“Karena sudah ada pemisahan antara yang positif dan negatif. Secara umum penanganan sudah baik,” kata Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Ary Sutrisno. ***

  • Bagikan