Santri Pesantren Positif Bisa Pulang Dari Hotel Tasik

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Usai menjalani isolasi selama 14 hari di fasilitas tersentralistik pemerintah seperti Hotel Crown Tasikmalaya, ratusan santri pondok di Cipedes, Kota Tasikmalaya mulai pulang ke rumah.

Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana menjelaskan,
di Crown sekitar 90 santri sudah tak bergejala dan dipulangkan.

“Di Dewi Sartika dari 55 santri yang diisolasi, 35 santri sudah tak bergejala dan dipulangkan,” terangnya.

Sementara itu untuk yang masih bergejala, pihaknya telah berkomunikasi dengan pesantren dan orang tua santri, tetap dititipkan di fasilitas isolasi sentralistik hingga tak bergejala.

“Gejala yang masih ada adalah mengeluhkan pusing, batuk pilek, dan anesmia. Memang jumlahnya sudah berkurang dari awal 389 pasien,” jelasnya.

Untuk yang bergejala pencernaan diare, tambah Asep, sudah dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Ada sekitar 8 orang dan terakhir 2 orang yang masih mendapatkan terapi cairan.

“Kondisinya tak kritis, tapi mereka yang bermasalah pencernaan itu keseimbangan cairannya berkurang.”

“Jadi ada buang air yang lebih daripada normalnya,” tambahnya.

Sementara isolasi di lokasi pesantren, ia mengatakan datanya belum masuk karena dikelola pihak puskesmas dan klinik.

“Alhamdulillah pasien guru dan lainnya tak ada penyakit penyerta. Mudah-mudahan semua cepat pulih,” jelasnya.

Salah satu orang tua santri, Irma (39) warga Panglayungan, Kota Tasikmalaya mengaku senang.

Lantaran anaknya berumur belasan tahun yang sempat diisolasi di Crown diizinkan pulang.

“Alhamdulillah anak saya bisa pulang. Sekarang kondisinya sehat,” ungkapnya.***

  • Bagikan