oleh

Setelah Enam Bulan Janjian, ARM Akhirnya Bertemu Evie Tamala

KAPOL.ID–Azies Rismaya Mahpud (ARM) akhirnya dapat bertamu ke rumah biduan dangdut masyhur negeri ini, Evie Tamala, di Desa Cigalontang, Kecamatan Cigalontang, Kamis (19/11/2020).

Sejatinya, menurut calon Bupati Tasikmalaya nomor urut 1 itu, kedua belah pihak menjalin janji untuk bertemu sejak enam bulan yang lalu. Evie Tamala lah yang mengundang bertemu dengan ARM.

“Alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu. Ya, karena berbagai kesibukan, baik saya maupun Bu Evie, sehingga pertemuan kami ini sempat lama tertunda,” ujar ARM.

Evie Tamala menyambut rombongan ARM dengan baik, ramah, dan penuh kehangatan. Pada kesempatan tersebut hadir juga pemuda Kampung Cibitunghilir, Desa Jayapura, yang kebetulan diketuai oleh keponakan Evie Tamala.

Terkait Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, Evie Tamala berkomitmen mendukung pasangan ARM-Haris Sanjaya. Pasalnya, ia mengaku terkesan dengan visi dan misi pasangan calon yang diusung Partai Gerindra dan Partai Demokrat tersebut.

“Pak Azies juga kan pengusaha sukses. Jadi, kalau nanti menjadi bupati, untuk masalah ekonomi (Kabupaten Tasukmalaya) dapat teratasi lah. Sikap kepemimpinannya juga apa adanya dan amanah,” ujar pemilik nama asli Cucu Suryaningsih itu.

Atas kesamaan visi dan misi serta kesan terhadap pola kepemimpinan ARM, Evie berharap ARM dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga ARM kemudian terpilih dan didaulat sebagai Bupati Tasikmalaya.

ARM kemudian merespon bahwa di antara kunci keberhasilan seorang pemimpin adalah jujur dan amanah. Sementara visi dan misi hanyalah sisi lain yang mudah dibuat.

“Memang begitu, kan? Semuanya juga visi dan misi pasangan calon bagus-bagus. Tinggal pemimpinnya saja jujur dan amanah,” kata ARM.

Di pihak lain, para pemuda Desa Jayapura mengeluhkan beberapa hal yang sejauh ini belum mendapatkan perhatian pemerintah. Di antaranya pembangunan jalan.

Di samping itu para pemuda juga meminta perhatian terkait penanggulangan bencana, terutama longsor yang lebih sering terjadi. Termasuk penataan dan pembenahan potensi wisata.

“Begitu juga kopi. Di sini kan juga penghasil kopi, cuma masih kurang perhatian,” tandas Dini, Ketua Pemuda Kampung Cibitunghilir.

Komentar