SSI Kabupaten Tasikmalaya Fokus Hijaukan Kawasan Hulu Citanduy

  • Bagikan
Pembina SSI Kabupaten Tasikmalaya, Abah Asep Hidayat berbincang dengan Direktur OP Balai Besar Wilayah Citanduy dalam upaya penyelamatan lingkungan di kawasan hulu Citanduy Rabu (30/6/2021). Menghijaukan kawasan hulu jadi program prioritas SSI Kabupaten Tasikmalaya. ***

KAPOL.ID- Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak menyelamatkan lingkungan utamanya di kawasan hulu sungai Citanduy.

Bagaimana lahan tidur bisa hijau kembali dan menjadi sumber oksigen dan menjadi sumber air bagi kehidupan. Dan kawasan hulu bisa asri serta tidak menyumbang bencana bagi kawasan Hilir.

Ketua SSI Kabupaten Tasikmalaya, Tjitjih Kurniasih mengatakan, Srikandi Sungai Kabupaten Tasikmalaya akan terus berupaya menghijaukan kawasan hulu Citanduy dengan program jambore tanam.

“Kali ini kita sudah dua kali melakukan Jambore tanam. Dan Insya Allah akan terus kita gelar sampai Jambore tanam lima,” kata Bunda Nia panggilan karib Tjitjih pada saat melakukan pertemuan rutin tengah taun di kawasan Leuwi Tiris, Cikadu Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Rabu (30/6/2021).

Agenda rutin pertemuan tengah tahunan yang dilakukan SSI Kabupaten Tasikmalaya tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jawa Barat Wilayah Tasikmalaya,  H Iding bersama  jajarannya.

Hadir juga Direktur OP Balai Besar Wilayah Citanduy, Dance P Rompas bersama jajaran lainnya, perwakilan Komunitas, perwakilan Perguruan Tinggi dari Unsil dan Universitas Perjuangan, pihak swasta PT Coca-Cola Amatil Sumedang, masyarakat dan juga unsur Media hadir dalam pertemuan tersebut.

Kegaitan itu juga membahas rencana kerja ke depan untuk terus menghijaukan kawasan hulu. Program Jambore tanam menjadi prioritas di kawasan hulu sampai kawasan hulu Citanduy benar-benar hijau.

“Kita akan fokus menghijaukan kawasan hulu ini. Karena baik buruk nya Citanduy dan bendungan Leuwi Keris tergantung baik buruknya prilaku masyarakat di hulu, ” Kata Abah Asep Hidayat pembina SSI Kabupaten Tasikmalaya.

Kata dia, usia Leuwi Keris akan tergantung kawasan hulu, dan sebagian besar sumber air Leuwi Keris berasal dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Ini harus diperhatikan oleh semua kalangan demi kemaslahatan bersama.

“Jangan sampai hulu itu menyumbang sedimentasi bagi bendungan Leuwi Keris karena itu akan berpengaruh terhadap usia bendungan itu sendiri,” katanya.

Guru Besar Fakultas Geografi UGM sekaligus Inisator Srikandi Sungai Indonesia, Prof. Dr. Suratman, M.Sc menyambut baik langkah yang dilakukan SSI Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun kemitraan pentahelik dan terus bergerak menghijaukan lingkungan.

“SSI Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak untuk konservasi pentahelix, kolaborasi yang dibutuhkan untuk bumi lestari, untuk memperkaya oksigen, untuk menyehatkan kembali bumi kita. Agar generasi kita menikmati pewarisan yang dikaryakan SSI Kabupaten Tasikmalaya,” katanya melalui virtual.

Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakannya dari Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Muhamad Iksan terus mendorong agar SSI Kabupaten Tasikmalaya terus berkarya menghasilkan program yang bermanfaat bagi perempuan khususnya di Tasikmalaya.

Sementara itu program yang akan di taman dalam Jambore tanam ke tiga adalah pohon Jati Uganda dan Manglid. Pohon lainnya adalah Pala, alpukat, durian dan juga Manggis. Pohon tersebut sangat bagus ditanam di kawasan hulu Citanduy.

Pihak BBWS Citanduy mengaku siap membantu ikut menghijaukan kembali kawasan hulu Citanduy dengan ikut membantu menyiapkan binih pohon yang dibutuhkan untuk penghijaun melalui Jambore tanam ke tiga akhir Desember 2021 mendatangkan.***

 

  • Bagikan