Belanja APBD Harus Diimbangi Optimalisasi PAD

  • Bagikan
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H. Ivan Dicksan *

KAPOL.ID –
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD Kota Tasikmalaya tahun 2022 mendapat beban lebih dari pelimpahan berbagai kewenangan.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan membeberkan struktur APBD dari pelimpahan dan koreksi bantuan keuangan dari Pemprov Jabar dan pusat.

“Target PAD kita Rp 300 miliar dari pajak, retribusi dan RSUD dr. Soekardjo tahun 2021 ini. Tahun depan masih dirumuskan. ”

“Tapi tidak semua yang bisa termaksimalkan karena separuhnya itu kembali ke pelayanan RSUD,” ucapnya, Rabu (24/11/2021).

Sedangkan pendapatan dari dana alokasi umum (DAU), tidak bergerak dari hasil refocusing terakhir. Bagi hasil pajak dari Pemprov Jabar dari Rp 120 miliar, turun menjadi Rp 113 miliar.

“Dana Insentif Daerah juga turun, BTT Covid harus dipersiapkan minimal ada penambahan 5-10 persen dari tahun ini Rp 27 miliar,” jelasnya.

Jika penerimaan 1.025 CPNS P3K, beban gaji dikembalikan ke kemampuan daerah. Dihitung kebutuhan selama setahun, setidaknya butuh Rp 7,8 miliar.

“Itu asumsi ketika semua slot terisi, sekarang masih dalam tahapan tes, tetap harus dipersiapkan.”

“Setelah dihitung-hitung memang defisit mencapai 4,6 persen. Walaupun masih diambang batas toleransi maksimum 5 persen, tetap PAD kita harus optimal” ucapnya.

Pihaknya juga mencari strategi lain efisiensi dari sisi belanja. Salah satunya standar harga makanan dan minuman.

“Minimal ada efisiensi yang setidaknya bisa meminimalisasi defisit tadi. Harapan kita PAD tahun depan bisa maksimal.”

“Juga tetap mengendalikan kasus covid-19. Makanya titip ke masyarakat agar bisa menjaga protokol kesehatan,” kata Ivan.***

  • Bagikan