Pandemi Corona Ikut Pukul Industri Media

  • Bagikan

KAPOL.ID – Melindungi wartawan dari kemungkinan terjangkitnya virus corona menjadi prioritas sebagian besar media di Indonesia, termasuk televisi. Perlindungan tersebut dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan dan panduan peliputan yang aman. Hal ini menjadi benang merah dalam diskusi virtual “Merumuskan Pola Baru Jurnalisme TV di Era New Normal (28/5) oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Toto Suryanto, Wakil Pemimpin Redaksi TV One mengatakan langkah-langkah pencegahan telah dilakukan pihaknya sejak mulai merebaknya virus mematikan ini. Langkah pencegahan tersebut antara lain dengan mewajibkan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan operasional dan peralatan liputan secara berkala; serta mengoperasikan staf lewat pembagian shift kerja yang ketat.

“Prinsip dalam operasional lapangan, redaksi adalah kita meliput tanpa menjadi objek liputan, artinya apa? Kita harus sehat, kita harus mampu menjaga diri, memperbaiki fisik kita, daya tahan kita sehingga ketika kita meliput dengan prosedur yang kita ikuti maka kita akan selamat” kata Toto Sudaryanto dalam diskusi virtual itu.

Selain penyiapan alat perlindungan diri yang memadai, menurutnya perlu ada protokol untuk menjaga gizi dan imunitas wartawan saat bertugas melakukan peliputan di lapangan.

Titin Rosmasari, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV dan Trans 7 mengatakan ancaman virus corona membuat media harus beradaptasi, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendapatkan materi berita maupun koordinasi di lingkungan tempat kerja.

“Jurnalis reporting dari ruang kerjanya dari kamarnya dan dari depan rumahnya, virtual press conference online, bahkan kita sudah mulai melakukan virtual product launching kerjasama dan mulai ada beberapa client mau bekerjasama dengan kita,” jelas Titin Rosmasari.

Ditambahkannya, hingga Juli 2020 pihaknya belum akan mengirim wartawan untuk melakukan peliputan sejumlah mata acara di luar ruangan atau di alam terbuka, termasuk membatasi mengundang narasumber ke studio untuk wawancara.

“Kita tidak mau menjadikan jurnalis kita sebagai objek berita atau masuk dalam statistik karena ada penambahan COVID karena ada dari kru kita,” tegas Titin.

  • Bagikan