Perayaan Milad ke-109 Muhammadiyah, Media Evaluasi Persyarikatan

  • Bagikan
Ketua LPCR PP Muhammadiyah menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Di kampus 2 Pondok Pesantren At-Tajdid, Jl. Ciawang No. 24 Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari; Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya merayakan milad ke-109 Muhammadiyah, Selasa (23/11/2021).

Kegiatan tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan. Antara lain lomba pembuatan tumpeng, pertunjukan kreativitas seni, pemilihan tokoh Muhammadiyah inspiratif, hingga tebar benih ikan sebanyak 109 ekor per orang.

Ketua panitia kegiatan, Agus Sibni mengemukakan bahwa perayaan milad ke-209 merupakan bentuk syukur, merawat, serta menguatkan spirit warga Muhammadiyah dalam berorganisasi. Sebab Muhammadiyah telah melewati berbagai dinamika lebih dari satu abad.

“Tanpa spirit yang kuat dari warganya, jelas Muhammadiyah tidak akan mampu bertahan sampai berusia 109 tahun. Karena itu, spirit ini mesti dirawat, supaya warga Muhammadiyah tidak mudah berpuas diri. Perjuangan ini masih panjang,” jelas Agus.

Adapun Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Ahmad Sofyan memandang perayaan milad sebagai media evaluasi eksistensi; baik secara keorganisasian maupun amal usaha di dalamnya.

“Laju organisasi kan diakui atau tidak, tidak selalu berjalan sama. Amal usaha misalnya, ada yang maju dan berkembang, ada yang stagnan, bahkan ada juga yang tidak sesuai dengan harapan,” terang Dadan.

Untuk itu, lanjut Dadan, pihaknya sengaja mengundang Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebagai pengisi tablig akbar. Supaya memotivasi cabang-cabang dan ranting-ranting dalam menjalankan roda organisasi.

Melihat warga Muhammadiyah yang datang lebih dari 400 orang, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya mengaku diliputi perasaan senang dan sedih. Senang karena itu menunjukkan kekompakan warga persyarikatan masih kuat.

“Tapi ada sedihnya juga, karena kami terpaksa melakukan batasan-batasan, mengingat kondisi masih pandemi. Kalau tidak dibatasi, yang hadir bisa sampai tiga kali lipat dari ini,” tandasnya.

Pada akhir kegiatan, diselenggarakan juga pemotongan nasi tumpeng.

  • Bagikan