Rumah Tidak Layak Huni di Sumelap Dibongkar, Mulai Dibangun Lagi

Wali Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf (baju biru) meninjau proses pembangunan rutilahu di Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Minggu (9/1/2022).*

KAPOL.ID –
Rumah tidak layak huni (rutilahu) milik pasangan Salsah (70) dan Yaya (63) berukuran 4 x 6 m diratakan dengan tanah oleh Pemkot Tasikmalaya.

Rumah yang terletak RT 01/05, Kampung Dukapandak, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya ini mulanya hanya beratapkan daun kelapa.

“Kalau masak pasti berasap kang ke mana-mana. Kalau hujan juga bocor di mana-mana,” kata Salsah, Minggu (9/1/2022).

Selama 18 tahun terakhir, ia hanya bisa pasrah. Sang suami sakit sejak lama bahkan tak bisa menggerakan kakinya.

“Hanya mengandalkan membuat opak saja, anak-anak sudah rumah tangga dan tak bekerja,” ucapnya.

Ketika mendengar akan dibangun oleh Pemkot Tasikmalaya, ia binggung membalas kebaikan ini harus seperti apa.

“Alhamdulillah saya dapat bantuan, terima kasih Pemkot Tasik,” ujarnya sembari menitikan air mata.

Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menyempatkan meninjau proses pembangunan rumah tersebut.

Sembari menunggu bangunan rampung, keluarga tersebut tinggal di tenda darurat yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim).

“Sejak awal saya dengan Pak Kadis Perwaskim berinisiatif langsung melakukan pembongkaran karena darurat.”

“Insya Allah dua minggu beres dibangun lagi dibantu Baznas. Karena bantuan dari pusat belum ada tahun ini,” ucapnya.

Ia berharap usulan ke Pemprov Jabar untuk bantuan 800 rutilahu bisa terealisasi. Sebab masih ada yang perlu dibantu oleh pemerintah.

“Informasi terakhir sepertinya akan disetujui 300 titik. Mudah-mudahan bisa bertambah ” kata Yusuf.

Kepala Dinas Perwaskim, Nanan Sulaksana menuturkan, belum ada bantuan Rutilahu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat di tahun 2022.

“Dari APBD Kota juga tidak ada. Informasi awal dari Provinsi 300 titik tapi paling tidak setengahnya dari usulan 800 titik,” ucapnya. ***