Sejak Berdiri, Deni Sagara Pejabat Pertama Kunjungi Pesantren Qosrul Muhajirin

  • Bagikan
Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Ramdani Sagara (tengah) saat bersilaturahmi ke pondok pesantren Qosrul Muhajirin di Kampung Badak paeh. Deni merupakan pejabat Kabupaten Tasikmalaya pertama yang silati ke pesantren tersebut sejak berdiri tahun 2015 lalu.***

KAPOL. ID- Silaturahmi Wakil Bupati Tasikmalaya, Deni Ramdani Sagara ke Pondok Pesantren Terpadu Qosrul Muhajirin di Kampung Badak paeh, Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari pada Jumat (19/2/2021) disambut luar biasa pihak pesantren.

Pasalnya, sejak pesantren tersebut berdiri tahun 2015 lalu, baru kali ini dikunjungi oleh pimpinan di Kabupaten Tasikmalaya dalam hal ini Deni Sagara. Padahal lokasi pesantren tidak begitu jauh dari gedung Bupati.

“Sejak pesantren ini berdiri, ini adalah pejabat pertama dalam sejarah pesantren yang datang silaturahim ke sini. Alhamdulillah pesantren ini bisa dikunjungi wakil Bupati pak Deni Sagara,” kata pimpinan Ponpes Qosrul Muhajirin, KH Zamzam Imadudin.

Seperti biasa, Deni Ramdani Sagara mengawali aktivitas harian dengan silaturahmi dan salat berjamaah subuh di mesjid pondok pesantren. Pada kegiatan Jumat (19/2/2021) kali ini Ia sengaja berkunjung ke Ponpes Qosrul Muhajirin.

“Alhamdulillah kami bisa bersilaturahmi dan bisa salat subuh berjamaah bersama para santri dan kiyai di pesantren yang luar biasa ini. Kebersamaan ini semoga menjadi wasilah bagi keberkahan Kabupaten Tasikmalaya, ” Kata Deni.

Dalam kesempatan itu Deni yang menjabat wakil bupati sejak minggu lalu, diminta untuk memberikan arahan kepada para santri yang memenuhi ruangan mesjid untuk salat berjamaah.

Ia pun meminta agar para santri memiliki etos atau semangat yang tinggi dalam menguasai ilmu agama. Itu penting sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan di masa depan. Karena dengan paham ilmu agama mengarungi kedipan ini dengan bahagia.

Dalam kesempatan itu juga Deni mengingatkan agar semua lapisan masyarakat termasuk juga santri untuk senantiasa menjaga kesehatan. Dan dimasa pandemi seperti sekarang ini harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Itu penting dilakukan agar pesantren tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona seperti di wilayah lain yang jumlah santri yang terkena virus corona jumlahnya sangat banyak.

Pesantren Qosrul Muhajirin sendiri menyiapkan pendidikan sejak usia dini hingga tingkat atas. Di lembaga tersebut ada pendidikan TK Islam Terpadu, SD Islam Terpadu, SMP Islam Terpadu dan SMA Islam Terpadu. Sebuah pesantren yang menyiapkan generasi Al-Quran.***

  • Bagikan