Sekda Nilai Positif Gerakan FHGTK, Pihaknya Berharap Bisa Kabulkan Harapan Mereka

  • Bagikan
Sekretaris Daerah dan DPRD menerima audiensi Forum Honorer Guru dan Tenaga Kepandidikan. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zen mengapresiasi Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK). FHGTK membawa tiga keluhan ke gedung DPRD, demi bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya.

“Kami menilai ini sangat baik, karena kami sangat butuh guru. Bisa dilihat di SD-SD. Ada SD yang sampai punya guru cuma dua orang ASN-nya,” ujar Zen, Senin (15/11/2021).

Nemanggapi keluhan FHGTK, Zen menekankan bahwa sejatinya pemerintah sangat berharap dapat meningkatkan status mereka. Persisnya dari honorer menjadi ASN, baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Baca Juga: FHGTK Sambangi Gedung DPRD Kabupaten Tasik

“Namun ada beberapa hal yang mungkin akan kami komunikasikan dengan Kemendikbud selaku pengelola, termasuk penyusun beberapa ketentuan-ketentuan rekrutmen mereka melalui P3K,” lanjutnya.

Untuk dapat berkomunikasi dengan Kemendikbud, lanjut Zen, Pemkab Tasikmalaya akan sesegera mungkin menyusun surat. Pada teknisnya, Pemkab Tasikmalaya akan melibatkan FHGTK, selaku pihak yang lebih paham atas persoalan yang dihadapi.

Zen sendiri memahami betul kegelisahan guru honorer. Misalnya soal guru honorer yang sudah mengabdi selama 15 tahun tetapi belum bersertifikat, tetiba kalah bersaing dengan guru bersertifikat padahal baru mengajar selama dua tahun atau tiga tahun saja.

“Jelas yang belum bersertifikat itu akan kalau oleh yang bersertifikat, karena karena poin guru bersertifikat itu 500, lho,” tambahnya.

Sementara terkait insentif guru, Zen menginformasi bahwa memang anggarannya terkena refocusing dan realokasi anggaran. Di samping itu ada prosesur yang mesti ditempuh.

“Terkait insentif, itu kan ada ketentuan-ketentuan yang harus dijalankan. Kalau K2 itu sudah masuk sejak dulu di BKPSDM. Kalau sekarang kan beda. Untuk mengalokasikan itu di SKPD. Nah, anggaran pada setiap SKPD ini mengalami refocusing,” tandasnya.

  • Bagikan