Terhubung dengan KAPOL

BUDAYA

Selacau Viral, Rohidin Patrakusumah VIII Ditelepon Kolega dari Pentagon, Inggris, dan Perancis

|

KAPOL.ID – Keluarga besar Kesultanan Selaco International Federation atau Selacau Tunggul Rahayu menggelar syukuran dan silaturahmi di Puseur Dayeuh Gunung Kolotok, Kamis (23/1/2020).

Sultan Rohidin Patrakusumah VIII menyebut tempat persamuhan itu sebagai simbol kesultanan yang independen. Tempat khusus itu diresmikan 15 Mei 2018.

“Viral Kesultanan Selaco menjadi pemberitaan di media sampai dunia mana pun mendengar. Rekan-rekan saya dari Pentagon, Inggris, Perancis semua nelpon mengucapkan selamat kepada saya dan suatu kebanggaan kita semuanya sehingga para awak media datang kepada saya,” katanya.

Menurut dia apapun yang sedang diperjuangkan di Selaco hanya urusan kecil. Mau diakui atau tidak, samasekali tidak menjadi masalah. Karena dirinya tidak mengaku-ngaku sebagai raja dan jadi raja, sultan juga tidak digaji pemerintah.

“Saya minta jangan dibesar-besarkan lagi karena di Selaco tidak ada apa-apanya hanya ada kuburan makam makam leluhur saya menjadi situs budaya. Pada saat ini saya hanya menginginkan kehidupan yang membawa kedamaian, keberkahan, dan berguna bagi negara dan bangsa,” katanya.

Menurut Rohidin tempat itu adalah kantor buat pelestarian situs-situs budaya yang kebetulan leluhurnya. Dan yang terpenting, kata dia, tidak melanggar hukum.

“Saya minta kepada seluruh aparatur tinggi negara TNI /olri sebagai penegak hukum tinggi negara soal permasalahan uang yang dicetak di Australia milik Bambang Htomo yang digelapkan oleh oknum-oknum pemerintah, saya minta kembalikan kepada pemiliknya Bambang Utomo,” ujar Rohidin menandaskan.

Sedikitnya seratus orang hadir dalam acara itu. Selain Rohidin Patrakusumah VIII tampak pula hadir, Sultan Sepuh KGP R.H. Saepuloh, dan para petimggi lain di antaranya, KGP Drs. Asep Nursobah,Msc, KGP KH Nazmudin dan para tamu undangan.

Diskusikan di Facebook

Silakan mengirim pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *