oleh

Tujuh KK Desa Wangunsari Bertahan di Tenda Pengungsian

KAPOL.ID –
Banjir dan longsor akibat hujan deras di Tasikmalaya selatan (tasela) beberapa waktu lalu masih menyisakan duka.

Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) atau sekitar 25 warga Cijeruk, Desa Wangunsari, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya masih bertahan ditenda pengungsian.

Kepala Desa Wangunsari Ishak S.Pd membenarkan sebanyak tujuh KK masih bertahan di tenda pengungsian yang didirikan oleh BPBD Kab. Tasikmalaya.

“Mereka yang mengungsi dan masih bertahan di tenda, warga Cijeruk yang rumahnya terkena longsor akibat hujan deras ahir-ahir ini,” jelas Ishak.

Camat Bantarkalong H. Dodo menambahkan bencana banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur di wilayahnya bisa dikatakan longsor di Wangunsari yang paling parah.

“Sekarang tujuh KK masih bertahan di tenda
pengungsian, dan kami dari pihak muspika terus memantau.”

“Terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keperluan makan sehari-hari,” jelasnya.

Bencana longsor tak hanya melanda Desa Wangunsari, tapi juga di Desa Sukamaju dan Desa Wakap.

“ami terus mengupayakan dan berkordinasi dengan BPBD Kab. Tasikmalaya agar para korban banjir dan longsor mendapat perhatian,” katanya.

ACT dan MRI

Sementara itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tasikmalaya mendistribusikan bantuan logistik langsung pada Rabu (14/10/2020).

Tak hanya di Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, juga bantuan logostik untuk korban banjir di Cikupa Karangnunggal Kab.Tasikmalaya sehari sebelumnya.

“Tempat yang baru bisa dijangkau oleh kami berdasarkan data BPBD Kab.Tasik sebagai tempat terdampak paling parah.”

“Baru Kp. Lembur Tengah Cikupa Karangnunggal dan Kp. Cibango, Wangunsari Kec. Bantarkalong Kab.Tasikmalaya” jelas
Koordinator Tim Program ACT Tasikmalaya M Fauzi Ridwan.

Bantuan pangan yang didistribusikan berupa beras, minyak, air mineral, minuman sari buah, biskuit, seperangkat sabun mandi dan pembersih untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. ***

Komentar

Jangan Lewatkan