KAPOL.ID – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat mendorong pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan dengan pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dengan tetap memperhatikana local wisdom masyarakat setempat.
Untuk mendukung hal itu, Fraksi PPP DPRD Jawa Barat menilai pemekaran desa menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Jabar. Langkah ini pun dinilai akan membuka peluang peningkatan anggaran yang diterima desa sehingga pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan bisa berjalan lebih optimal.
“Momentum HUT Jabar yang ke-80 ini kami (Fraksi PPP DPRD Jawa Barat) dorong pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan. Desa berkembang kesejahteraan masyarakat desa ikut meningkat. Oleh karena itu Fraksi PPP DPRD Jawa Barat mendorong pembangunan desa yang berbasis kearifan lingkungan, sekaligus memperkuat transformasi birokrasi agar pelayanan publik semakin berkualitas,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat Zaini Shofari, Kota Bandung, Selasa (19/8/2025).
Zaini Shofari menekankan bahwa kearifan lokal yang sudah ada di tengah masyarakat harus dipertahankan, dan kelestarian alam tetap menjadi prioritas dalam setiap program pembangunan. Menurutnya, pendekatan ini akan membuat masyarakat lebih terlibat langsung dalam menjaga identitas desa sekaligus memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.
“Pemekaran desa bukan hanya urusan administrasi. Tetapi juga bertujuan agar warga lebih dekat dengan desanya, menjaga tradisi, dan melestarikan lingkungan,” ujar dia.
Saat ini jumlah desa di Jabar hanya 5.312 desa, jumlah tersebut dinilai masih belum ideal dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 50 juta jiwa lebih, dan ini terus meningkat setiap tahunnya. Oleh sebab itu pemekaran desa menjadi keharusan, dengan cara ini dana desa dari pemerintah pusat bisa lebih banyak masuk ke Jawa Barat.
Zaini Shofari menyebutkan, bahwa saat ini Jawa Barat menerima dana desa sekitar Rp6,1 triliun, sedangkan Jawa Timur mendapat Rp8,01 triliun dan Jawa Tengah Rp7,4 triliun. Perbedaan ini menurutnya berpengaruh pada kecepatan pembangunan, karena semakin banyak desa, semakin besar pula anggaran yang masuk dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Perbedaan ini terjadi karena Jawa Barat hanya memiliki 27 kabupaten atau kota, sedangkan Jawa Tengah ada 35 dan Jawa Timur 39. Jika jumlah desa bertambah, pemerataan pembangunan bisa berlangsung lebih cepat,” tegas dia.
Transformasi Birokrasi Hingga Digitalisasi Pelayanan Publik
Selain mendorong pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan, di momentum Hari Jadi ke-80 Jabar Fraksi PPP DPRD Jawa Barat pun mendorong transformasi birokrasi dengan digitalisasi pelayanan publik hingga peningkatan SDM dan penyederhanaan birokrasi. Disamping itu, pihaknya menekankan pentingnya peran Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar terutama dalam manajerial lembaga.
Menurutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar memegang peran strategis dalam mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah dan memastikan setiap kebijakan dapat dilakukan dengan efektif. Ia juga menyebutkan bahwa Sekda Jabar harus mampu menjadi garda terdepan yang solid, dinamis, dan mampu merespon cepat setiap persoalan yang muncul dilapangan.
“Sekda Jabar harus menjadi pemimpin utama yang mampu menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat daerah supaya pelayanan publik berjalan dengan baik,” tegas dia.
Ia menambahkan, sistem birokrasi di lingkungan pemerintahan Jawa Barat pun harus jelas, terbuka terhadap masukan, dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi apapun atau dengan kata lain lebih adaptif. Termasuk perlu membangun komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan DPRD agar setiap kebijakan selaras dengan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, berbagai program pembangunan salah satunya pembangunan pedesaan dapat direalisasikan tepat sasaran dan membawa manfaat yang nyata bagi warga.
“Kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif akan memudahkan pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat. Pelayanan publik harus bersih, transparan, tepat sasaran, dan efisien,” pungkas dia. ***












