Korban Saung Runtuh Ternyata Kesetrum, Seorang Kakek Jadi Tersangka

  • Bagikan
Seorang kaket harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebab jebakan sengatan listrik yang ia pasang ternyata memakan dua orang korban jiwa. Kemudian dirinya berusaha menghilangkan jejak dengan cara meruntuhkan saung, seakan-akan korban mengalami kecelakaan. (Foto: kapol.id/Adji SHG).

KAPOL.ID–Peristiwa meninggalnya Usup dan Dadan, warga Kampung Cikembang, Desa dan Kecamatam Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya; menguak perkembangan baru.

Setelah dilakukan aoutopsi terhadap kedua jenazah, ternyata penyebab kematian sepasang mertua-menantu tersebut bukan karena tertimpa saung runtuh. Hasil autopsi mengungkap kedua korban tersebut meninggal akibat tersengat aliran listrik.

Kejadian yang menimpa Usup dan Dadan terjadi dua pekan lalu, di Kampung Sosopan, Desa dan Kecamatan Sukarame. Keduanya meninggal saat hendak membeli benih ikan.

Baca Juga: Niat Beli Bibit Ikan, Mertua dan Menantu Wafat Tertimpa Saung Roboh

“Dari hasil pemeriksaan petugas yang dikuatkan dengan hasil autopsi, dapat kami simpulkan bahwa korban meninggal akibat tersengat aliran listrik” terang Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, saat memberi keterangan pers di Mapolres Tasikmalaya, Senin (11/10/2021).

Sejak kasus tersebut mencuat, tambah Rimsyahtono, pihaknya sudah mencurigai penyebab lain selain akibat tertimpa saung runtuh. Sebab ada sejumlah kejanggalan.

“Sejak awal memang kita sudah curiga, makanya pekan lalu kita lakukn autopsi. Dan hasilnya memang benar jika kedua korban meninggal bukan akibat tertimpa saung yang roboh, tapi karena tersengat aliran listrik,” lanjut Rimsyahtono.

Baca Juga: Polres Tasik Bongkar Dua Makam, Autopsi Jenazah Korban Saung Runtuh

Sedangkan robohnya saung, tambah Kapolres Tasikmalaya, terjadi saat pelaku menarik kabel berisi aliran listrik aktif. Kabaelnya sendiri sudah dikantongi pihak kepolisian, yang ditunjukkan saat jumpa pers. Selain kabel, barak bukti lainnya adalah beberapa potong bambu tiang saung.

Dari kasus tersebut, Satreskrim Polres Tasikmalaya menyeret satu orang tersangka, yaitu Dadang (75). Saat dimintai keterangan, warga Kampung Cilegok, Desa dan Kecamatan Sukarame itu mengaku sengaja memasang jeratan listrik tersebut di saung miliknya.

“Maksud saya hanya untuk menjerat hama yang suka memangsa ikan, seperti biawak, séro, anjing,” katanya sambil tertunduk.

Lebih jauh Dadang memberi keterangan, bahwa jeratan listrik itu ia pasang sejak satu bulan lalu. Namun selama itu belum pernah ada satu pun binatang yang berhasil ia jerat. Akibat perbuatannya itu, tersangka terancam hukuman lima tahun penjara.

  • Bagikan