Persaingan Guru P3K Ketat, Kuota Hanya Sepertiga dari Pendaftar

  • Bagikan
Kelapa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya meninjau pelaksanaan TUK guru P3K di SMK Rajapolah.

KAPOL.ID—Tes Uji Kompetensi (TUK) calon guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) sudah dimulai, Senin (13/9/2021). Di Kabupaten Tasikmalaya, pendaftarnya sangat banyak sementara kuota terbatas.

“Untuk tes guru P3K ini yang mengikuti ada 3.614, tapi kuota kita 984. Artinya hanya sepertiga yang akan keterima,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana.

Dadan sendiri meninjau salah satu lokasi TUK guru P3K, yakni di SMK Rajapolah. Secara keseluruhan TUK guru P3K berlangsung di lima lokasi. Antara lain di SMK Rajapolah, SMK Manonjaya, SMA 1 Singaparna, SMKN Puspahiang dan Bantarkalong.

Mengingat Kabupaten Tasikmalaya mengalami kekurangan guru, sejatinya Dadan berharap semua peserta TUK dapat lulus. Tetapi pihaknya tidak memiliki kewenangan itu, lantaran semua terpusat di Kementerian PAN/RB.

Sementara untuk menutupi kekurangan guru, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hanya bisa berharap agar ke depan ada penambahan kuota. Karena tanpa guru, kegiatan belajar mengajar tentu jadi terhambat.

Adapun bagi para peserta TUK guru P3K, Dadan berpesan agar siapa pun yang nanti lulus, dapat bersyukur. Karena mereka dinyatakan sebagai yang terbaik dari sekian banyak pesaing.

“Bersyukurnya itu dengan cara menjalankan amanah dengan sangat baik. Adapun bagi yang belum keterima, tentu tidak boleh putus harapan. Tahun depan juga, tahun 2022, pasti masih ada kesempatan,” lanjutnya.

Kepala SMK Rajapolah, Sri menerangkan bahwa untuk memenuhi kepercayaan sebagai penyelenggara TUK guru P3K, pihaknya menyediakan sebanyak enam ruangan. Masing-masing ruangan diperuntukkan 20 orang peserta.

“Satu ruangannya kami sediakan 22 komputer, yang dua komputer itu untuk cadangan. Kita juga menyediakan genset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. Mudah-mudahan bisa teratasi,” ujar Sri.

Selain itu, untuk berjaga-jaga ada peserta yang jatuh sakit, penyelenggara TUK guru P3K juga menyediakan ruang UKS. Sementara yang terpapar Covid-19, secara Juknis memang tidak diikutsertakan.

“Protokol kesehatan sangat kami utamakan. Sejak kedatangan kita lakukan cek suhu, pemeriksaan hasil tes swab, menggunakan masker sebanyak tiga lapis. Untuk cuci tangan dan handsanitizer kami sediakan,” Sri menandaskan.

  • Bagikan