KAPOL.ID –
Hasil laboratorium warga Kota Tasikmalaya yang melakukan kontak dengan pasien omicron di Jakarta belum juga keluar, Kamis (3/2/2022).
Kabid Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra mengatakan, sampel masih diteliti oleh tim di Labkesda Jabar.
“Mengantre di Labkesda Jabar, dan butuh waktu. Karena pemeriksaan ini lebih kompleks dan baru bisa di sana,” ucapnya, Kamis (3/2/2022).
Ia menjelaskan, satu sampelnya bisa sampai tujuh hari kerja. Belum lagi dari berbagai daerah lainnya.
“Informasi terakhir yang kita dengar sudah ada 400 sampel dari berbagai daerah,” katanya.
Ia mengatakan, per tadi siang sudah ada 34 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Bahkan bakal bertambah karena update data hari ini untuk diinformasikan besok.
“Besok ada sembilan hasil tes yang positif. Kita belum bisa memastikan omicron atau bukan.”
“Hasil pelacakan dari kenaikan signifikan kasus aktif dalam sepekan terakhir, usai melakukan perjalanan dari Jakarta, Yogya, Solo,” ucapnya.
Mayoritas pasien, lanjut dia, tidak mengalami gejala berat. Karena sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.
“Kalau yang meninggal kemarin, baru vaksin pertama lalu pulang dari Tangerang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Asep.
Ia mengatakan, vaksin cukup efektif membangun kekebalan tubuhnya. Sehingga jika terpapar kemungkinan hanya mengalami gejala ringan.
“Capaian dosis pertama kita sudah di-angka 80 persenan, dosis kedua lebih dari 50 persen.”
“Booster juga sudah mulai berjalan, stok sekitar 15.000 dosis. Ikhtiar vaksin memiliki andil,” katanya. ***












