Jembatan Gantung Bongas-Citalahab Buka Isolasi Dua Desa

Warga dibantu relawan Vertical Resque Indonesia (VRI), Tagana dan BPBD Kab. Tasikmalaya gotongroyong terwujudnya jembatan gantung Bongas dan Citalahab Kabupaten Tasikmalaya.*

KAPOL.ID-
Warga Kampung Bongas, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega dan Kampung Citalahab, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kini tak repot lagi untuk bepergian.

Setelah puluhan tahun menunggu ada jembatan gantung, keinginan warga dalam waktu dekat bakal segera terwujud.

Kepala Desa Bojongsari Guntur Ivan Kurnawan menjelaskan jembatan gantung Bongas-Citalahab bisa membuka Isolasi Desa Bojongsari dan Desa Nagrog.

“Selama puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun warga tidak bisa saling berhubungan karena terkendala aliran Sungai Cipatujah,” jelas Ivan.

Untuk saling berkunjung warga Bongas dan Citalahab sambung Ivan, terpaksa harus turun ke sungai dan sangat berisiko jika airnya deras.

Jika jembatan gantung rampung transportasi menggunakan motorbisa lebih cepat tak harus berputar ke kampung lain dengan jarak yang cukup jauh.

Akses anak sekolah dan peningkatan ekonomi warga bakal menggeliat.

“Apresiasi untuk relawan Vertical Resque Indonesia (VRI), Tagana dan BPBD Kab. Tasikmalaya yang telah membantu terwujudnya jembatan gantung Bongas dan Citalahab.”

“Saking gembiranya kedua warga kampung ikut bergoyong royong membantu pembangunan jembatan,” imbuh Ivan.

Ketua Prawita Genppari Kabupaten Tasikmalaya dan fasilitator relawan, Rizal menambahkan, biaya pembangunan jembatan didapat dari dana rereongan relawan.

“Alhamdulillah berkat semangat relawan dan kerjasama BPBD kami bisa membantu warga Bongas dan Citalahab membangun jembatan gantung.”

“Diharapkan bisa mempercepat akses lalu-lintas, transpotasi dan komunikasi warga agar tidak terisolasi lagi,” harap Rizal. ***